Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalimantan Barat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 06 Agustus 2011

Kode pos ketapang dan sekitarnya

Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan beserta nomor kode pos pada Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Republik Indonesia.

Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
Provinsi : Kalimantan Barat (Kalbar)
Kota/Kabupaten : Ketapang

1. Kecamatan Air Upas
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Air Upas di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Air Durian Jaya (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Air Upas (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Banda Sari (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Gahang (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Mekar Jaya (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Membuluh Baru (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Sari Bekayas (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Sukaria (Kodepos : 78863)

2. Kecamatan Benua Kayong
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Benua Kayong di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Kauman (Kodepos : 78821)
  • - Kelurahan/Desa Banjar (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Baru (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Mekar Sari (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Mulia Kerta (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Negeri Baru (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Padang (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Kinjil (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Suka Baru (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Tuan Tuan (Kodepos : 78822)

3. Kecamatan Delta Pawan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Delta Pawan di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :

  • - Kelurahan/Desa Kantor (Kodepos : 78811)
  • - Kelurahan/Desa Tengah (Kodepos : 78812)
  • - Kelurahan/Desa Kali Nilam (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Mulia Baru (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Payak Kumang (Paya Kumang) (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Sampit (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Suka Bangun (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Suka Bangun Dalam (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Sukaharja (Kodepos : 78813)

4. Kecamatan Hulu Sungai
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Hulu Sungai di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Batu Lapis (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Beginci Darat (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Benua Krio (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Cinta Manis (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Kenyabur (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Krio Hulu (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Menyumbung (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Riam Dadap (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Sekunkun (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Senduruhan (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Sungai Bengaras (Kodepos : 78871)

5. Kecamatan Jelai Hulu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Jelai Hulu di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Air Dua (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Asam Jelai (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Biku Sarana (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Deranuk (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Kesuma Jaya (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Limpang (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Pangkaln Suka (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Pasir Mayang (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Penyarang (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Periangan (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Rangga Intan (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Riam Danau Kanan (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Semantun (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Sidahari (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Tanggerang (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Tebing Beseri (Kodepos : 78876)
  • - Kelurahan/Desa Teluk Runjai (Kodepos : 78876)

6. Kecamatan Kendawangan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kendawangan di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Air Hitam Besar (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Air Hitam Hulu (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Bangkal Serai (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Banjar Sari (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Danau Buntar (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Kedondong (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Kendawangan Kanan (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Kendawangan Kiri (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Keramat Jaya (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Mekar Utama (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Natai Kuini (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Pangkalan Batu (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Pembedilan (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Selimatan Jaya (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Seriam (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Suka Damai (Kodepos : 78862)
  • - Kelurahan/Desa Suka Harapan (Kodepos : 78862)

7. Kecamatan Manis Mata
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Manis Mata di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Air Dekakah (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Asam Besar (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Batu Sedau (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Bukit Gajah (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Jambi (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Kelampai (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Kelimantan (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Kemuning (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Lembah Mukti (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Manis Mata (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Pakit Selaba (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Pelempangan (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Seguling (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Sengkuang Merabung (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Silat (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Suak Burung (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Suka Ramai (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Sungai Buluh (Kodepos : 78864)
  • - Kelurahan/Desa Terusan (Kodepos : 78864)

8. Kecamatan Marau
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Marau di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Bantan Sari (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Batu Payung (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Belaban (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Karya Baru (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Planjau Jaya (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Randai (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Rangkong (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Riam Batu Gadig (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Runjai Jaya (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Suka Karya (Kodepos : 78863)

9. Kecamatan Matan Hilir Selatan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Matan Hilir Selatan di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Harapan Baru (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Kemuning Biutak (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Pematang Gadung (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Pesaguan Kanan (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Pesaguan Kiri (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Bakau (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Besar (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Jawi (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Nanjung (Kodepos : 78822)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Pelang (Kodepos : 78822)

10. Kecamatan Matan Hilir Utara
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Matan Hilir Utara di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Kuala Satong (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Kuala Tolak (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Laman Satong (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Putri (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Tanjung Baik Budi (Kodepos : 78813)

11. Kecamatan Muara Pawan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Muara Pawan di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Mayak (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Awan Kanan (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Awan Kiri (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Suka Maju (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Tanjung Pasar (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Tanjung Pura (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Tempurukan (Kodepos : 78813)
  • - Kelurahan/Desa Ulak Medang (Kodepos : 78813)

12. Kecamatan Nanga Tayap
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Nanga Tayap di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Batumas (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Betenung (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Kayong Hulu (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Kayong Utara (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Lembah Hijau I (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Lembah Hijau II (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Mensubang (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Nanga Tayap (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Pangkalan Suka (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Pangkalan Teluk/Telok (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Sebadak Raya (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Kelik (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Siantau Raya (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Sp. Tiga Sembelangaan (Kodepos : 78873)
  • - Kelurahan/Desa Tajok Kayong (Kodepos : 78873)

13. Kecamatan Pemahan
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Pemahan di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Lalang Panjang (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Muara Gerunggang (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Pebihingan (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Semayok Baru (Kodepos : 78874)

14. Kecamatan Sandai
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sandai di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Demit (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Muara Jekak (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Penjawaan (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Petai Patah (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Randau (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Randau Jungkal (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Sandai Kanan (Kodepos : 78871)
  • - Kelurahan/Desa Sandai Kiri (Kodepos : 78871)

15. Kecamatan Simpang Dua
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Simpang Dua di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Gema (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Kampar Sebomban (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Mekar Raya (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Semandang Kanan (Kodepos : 78854)

16. Kecamatan Simpang Hulu
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Simpang Hulu di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Balai Pinang (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Kenanga (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Kualan Hilir (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Kualan Hulu (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Kualan Tengah (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Legong (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Merawa (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Paoh Concong (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Sekucing Labai (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Semandang Hulu (Kodepos : 78854)
  • - Kelurahan/Desa Semandang Kiri (Kodepos : 78854)

17. Kecamatan Singkup
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Singkup di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Bukit Kelambing (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Muntai (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Pantai Ketikal (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Sukaharja (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Sukamulya (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Sukaraja (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Sukasari (Kodepos : 78863)
  • - Kelurahan/Desa Tanah Hitam (Kodepos : 78863)

18. Kecamatan Sungai Laur
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sungai Laur di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Banyun Sari (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Bengaras (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Harapan Baru (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Lanjut Mekar Sari (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Mekar Harapan (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Randau Limat (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Riam Bunut (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Selangkut Raya (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Sempurna (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Sepotong (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Sinar Kuri (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Sukaramai (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Sungai Daka (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Tanjung Beringin (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Tanjung Maju (Kodepos : 78872)
  • - Kelurahan/Desa Teluk Bayur (Kodepos : 78872)

19. Kecamatan Sungai Melayu Rayak
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sungai Melayu Rayak di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Beringin Jaya (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Jairan Jaya (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Karya Mukti (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Kepuluk (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Piansak (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Melayu (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Melayu Baru (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Sei/Sungai Melayu Jaya (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Suka Mulia/Mulya (Kodepos : 78874)

20. Kecamatan Tumbang Titi
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tumbang Titi di Kota/Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) :
  • - Kelurahan/Desa Aur Gading (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Batu Beransah (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Batu Tajam (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Belaban Tujuh (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Beringin Rayo (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Jelayan (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Jungkal (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Kalimas Baru (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Mahawa (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Nanga Kelampai (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Natai Panjang (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Pemuatan Jaya (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Petebang Jaya (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Segar Wangi (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Sengkaharak (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Sepauhan Jaya (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Serengkah (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Serengkah Kanan (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Tanjung Beulang (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Titi Baru (Kodepos : 78874)
  • - Kelurahan/Desa Tumbang Titi (Kodepos : 78874)
Semoga informasi ini membantu anda terima kasih

Rabu, 27 Juli 2011

Mobil tangki tumbang

Sahabat blogger lagi-lagi saya sudah lama tidak posting,sebelumnya saya ingin melempiaskan sedikit kekesalan dengan bercerita sedikit terhadap alat elektronik penangkap sinyal wireless modem,kadang saya jengkel juga sampai kapan sinyal ini bisa stabil sehingga pengguna bisa sedikit leluasa menggunakannya tapi sudahlah lupakan hal ini saya berharap semoga sinyal pengguna modem segera teratasi Amin.

Sekitar satu minggu yang lalu saya dikejutkan dengan tumbangnya mobil tangki yang berisikan minyak solar,saya tidak tahu persis mobil trak itu dari perusahaan mana,yang membikin saya kaget mobil tangki tersebut tumbangnya pas didepan saat saya berkendaraan motor roda dua,saya juga tidak tahu persis penyebab tumbangnya di akibatkan apa,apakah itu kepenuhan muatan minyak solar,tetapi prediksi saya mengatakan penyebab tumbangnya mobil tangki tersebut dikarenakan mengelakkan lobang kecil yang ada di jalan raya tepatnya pada Jalan Pawan 1 kecamatan Benua Kayaong Ketapang kalimantan barat,memang kalau saya lihat dijalan ini ada tiga lobang kecil agak sedikit mengganggu pengguna jalan,kalau dilihat dari jarak pandang kira-kira 50 meter lobang-lobang ini tidak kelihatan sehingga terkadang pengguna kendaraan terkejut seketika melihat lobang sudah dalam jarak dekat,apalagi kalau saya lihat pengguna kendaraan di ketapang ini agak sedikit semberaut yang artinya bisa dikatakan kurang memperhatikan tata tertip jalan.

Syukurnya orang yang berada dikabin tidak apa-apa,dan syukurnya juga pengguna kendaraan lain tidak ada yang tertimpa mobil tangki ini,sebenarnya postingan ini saat saya mengambil gambarnya pada hari Senin (18/07/2011) sesampainya dirumah akan segera saya posting saat itu juga namun inilah kendalanya jaringan saat itu loadingnya bukan main beratnya sehingga saya enggan posting.

Lihat hasil yang saya dapatkan melalui kamera handphone,jika gambarnya kurang bagus harap dimaklumi saja ya!,maklum amatir :-D

Ini saya ambil dari jarak dekat,yang anehnya ini mobil kalau jalan yang rusak parah di daerah bagian dari Ketapang kecamatan-kecamatan belum pernah tumbang hehehe,kok jalan aspal bisa tumbang ya
Ini tampak minyak solar keluar deras dari tangki ckckck..,kenapa kemaren saya tidak ada kepikiran ambil itu solar ya hahahahaha
Nah tuh...liat, bagi yang merokok jauh-jauh dari tangki ntar bisa terbakar tuh mobil tangki
Tampak kerumunan orang yang penasaran dengan tumbangnya mobil tangki tersebut,kalau mau ngumpulin orang ketapang mudah saja sering-sering saja ada kejadian hal yang serupa hahahaha.

Cukup sampai disini dulu postingan saya ya..semoga kejadian ini tidak terjadi pada daerah Anda Amin terima kasih salam New BerryMor

Selasa, 28 Juni 2011

Keraton Kerajaan Matan Gusti Muhamad Saunan

Pada tahun 1922 M Ketika Gusti Muhammad Saunan diangkat menjadi raja dan setelah 19 tahun memerintah pasukan Jepang datang ke Matan menjemput Beliau sehingga tidak ada kabar beritanya dan Beliau tidak meninggalkan keturunan untuk mewarisi kerajaan yang dipimpinya. Dari tradisi masyarakat yang berkembang bahwa ketika pada masa pemerintahan Gusti Muhammad Sabran sering kali terjadi bajak laut kemudian panembahan Matan membentuk angkatan laut dengan panglimanya Hamzah bin Daud yang disebutkan masih keturunan Brunai. Panembahan Matan juga meminta bantuan dengan kesultanan Pontianak sehingga dikirimlah panglima bernama Encik Walid dan Encik Kamis yang meninggalkan keturunan di kampung Padang dan Kampung Tuan-Tuan (Syarif/Syarifah) di Kota Ketapang.

Intinya Gusti Muhammad Saunan ini raib entah kemana, entah itu terbunuh atau menghilang dengan sendirinya,namun menurut misteri yang saya dengar dikebanyakan orang yang masih ada keturunan Kerajaan Keraton Mulia kerta Ketapang (Uti/Utin) bahkan Almarhum Kakek saya sendiri yang masih keturunan Brunai ini semasa hidupnya pernah mengatakan kepada saya bahwa perjalanan Gusti Muhammad Saunan sampai saat sekarang ini mulai dari Tanjung Pura Kecamatan Muara Pawan sampai Padang12 Kecamatan Kendawangan,saya sendiri sulit untuk percaya karena khasaf saya belum tembus untuk melihat hal-hal gaib,mungkin hanya orang-orang yang berjiwa bersihlah yang bisa melihat beliau ini, boleh percaya boleh tidak itu tergantung diri kita saja yang bisa menilainya.

Sebelum saya tutup artikel ini lihat hasil foto yang saya jepret menggunakan handphone :


Keraton Kerajaan Matan Ketapang dilihat dari sisi halaman depan sebelah kanan



Jika dilihat dari sisi sebelumnya ada Meriam torpedo peninggalan kerajaan matan yang masih utuh



Ini adalah simbol Keraton Kerajaan Matan Ketapang dilihat dari sisi halaman depan sebelah kiri yang bertuliskan Mustike Indah Jaye Sempurne Dilupakan pantang Dilangkah tulah



Dilihat dari samping tampak ada meriam torpedo peninggalan jaman kerajaan Matan ini



Ini diambil fotonya dari Taman Keraton yang lumayan luas coba lihat tampak ada sebuah mobil yang orangnya juga berkunjung,kalau saya lihat orang tersebut bukan asli pribumi yang artinya orang tersebut bukan orang indonesia melainkan turis



Nih saya ambil jarak dekat sebuah Meriam torpedo di taman Keraton Kerajaan Matan dari sisi sebelah kanan, sebenarnya meriam torpedo ini ada 4 tapi saya hanya mengambil fotonya sebagian saja


Dan yang ini adalah taman keraton yang cukup luas,biasanya pada hari sabtu sore dan minggu sore ditaman ini banyak orang-orang yang melepaskan kelelahan sambil duduk dan foto-foto sambil menikmati indah dan bersihnya taman ini, dan saya mohon maaf hanya mengambil sebagian saja foto-foto ini dikarenakan waktu saya juga terbatas untuk mengambil secara maksimal terima kasih salam New BerryMor

Artikel Terkait :
0.Kerajaan Kal-Bar sebagai objek wisata sejarah budaya (PENDAHULUAN)
1.Kerajaan Tanjungpura (KAL-BAR)
2.Kerajaan Sukadana (KAL-BAR)
3.Kerajaan Matan (KAL-BAR)
4.Kerajaan Simpang (KAL-BAR)
5.Kerajaan Kubu (KAL-BAR)
6.Kerajaan Sambas (KAL-BAR)
7.Kerajaan Landak (KAL-BAR)
8.Kerajaan Mempawah (KAL-BAR)
9.Kesultanan Pontianak (KAL-BAR)
0.Kerajaan Kal-Bar sebagai objek wisata sejarah budaya (PENUTUP)

Minggu, 26 Juni 2011

Jalan kecamatan nanga tayap kab.ketapang

Para blogger/blogspot dari google,sudah beberapa hari ini saya tidak posting,dan ini jika dilihat dari sisi Rank Alexa akan menurun jika kita tidak posting dalam 1hari ya kan,tapi tidak apa-apa karena saya tidak terlalu mengharapkan harus meraih Page Rank (PR) dengan setinggi-tingginya karena saya sadar untuk menaikkan PR dari Google maupun Alexa ini tidak semudah yang kita harapkan.

Baiklah sekarang saya akan bercerita sedikit tentang jalan Kecamatan Nanga Tayap Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat pada tanggal 24/06/2011 kemaren,sebelumnya saya katakan kalau untuk wilayah kabupaten ketapang kal-bar ini termasuk cuaca yang tropis,maksudnya kebanyakan panasnya dari pada mendung karena wilayah kabupaten ketapang khusunya Kalimantan Barat ini setahu saya dikelilingi oleh sungai dan laut kenapa saya sebut begitu, bagaimana tidak daerah Ketapang Kal-Bar ini banyak tempat wisata yang bisa dinikmati saat-saat libur dan refreshing yang disebut pantai,jadi hawa air laut pantai ini membikin cuaca panas dan bisa mengubah warna kulit putih menjadi hitam,jadi kalau kamu bosan dengan kulit warna putih mulus bisa datang ke kalimantan barat khususnya kabupaten ketapang untuk menghitamkannya hahaha...,saran saya buat turis dari luar negeri jika ingin berjemur seperti kebanyakan yang saya lihat kamu tidak perlu berjemur didaerah kamu,cukup datang saja ke kalimantan barat khusunya kab ketapang,saya jamin dengan tiga bulan kulit kamu akan berubah drastis hohoho.

Kecamatan nanga tayap adalah bagian dari kabupaten ketapang,saya tidak akan menyebutkan desa-desanya karena jika disebut desa-desanya maka artikel ini akan sangat panjang,kalau untuk pergi ke kecamatan nanga tayap bisa menggunakan transportasi pada umumnya menggunakan motor dan mobil,pakai becak dan sepeda juga bisa jika mau asal orang tersebut mampu mengayuh sepeda dan becaknya hahahaha.
Ini saya mengira-ngira jarak tempuh dari kabupaten ketapang ke kecamatan nanga tayap ini kurang lebih 150 Kilo Meter kalau kondisi jalannya kering membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam artinya jika musim hujan jalan ini licin dan berlobang-lobang bisa sampai 12 jam bahkan bisa lebih, mengapa saya perkirakan begitu karena untuk jalan menuju ke kecamatan tayap bukanlah jalan (Ter Aspal) akan tetapi jalan ini berupa tanah yang berwarna antara kuning dan merah, nah yang namanya ambelas ban mobil itu sudah hal yang biasa di daerah ini,jadi jika kamu senang dengan advanture petarung silakan saja ke kabupaten ketapang kamu akan merasakan berbeda dari kebanyakan daerah-daerah lain,lihat pictures ini :


Hanya sebagian yang sudah beraspal dan aspalnya juga putus-putus maksudnya sekitar 100meter aspal sisanya tanah lagi dan begitulah seterusnya, bahkan kalau ditinjau dari jalannya hanya 20% beraspal. mulai dari simpang tiga siduk kecamatan M.H.U (Matan Hilir Utara) sekitar 200 meter masih aspal sisanya mulai dari tanah bebatuan berlobang-lobang dan seterusnya,lihat pictures simpang tiga siduk ini :

Kalau kita lihat picture diatas,jalan simpang tiga siduk ini masih aspal dan simpang tiga siduk ini jika lurus menghubungkan antara kabupaten kayong utara dengan kabupaten ketapang,dan jika berbelok kekanan inilah yang menghubungkan diantaranya Kec.Nanga Tayap. Lihat saja jalannya kamu sudah bisa membayangkan jika jalan ini disirami hujan bagaimana jadinya,belum lagi yang jalannya berlobang yang bisa membuat mobil tidak bergerak atau ambelas pokoknya kalau yang belum biasa dijalan ini bakal menggelengkan kepala.


Tapi kalau pribumi seperti saya ini adalah hal yang biasa hehehe, oh iya bagi kamu yang senang jepret-jepret di kabupaten ketapang ini cukup banyak pemandangan yang indah seperti pantai,bukit dan lain-lain,lihat pictures dibawah ini dan ini hanya sebagian karena saya mengambil gambarnya didalam kabin mobil sambil berjalan jadi harap maklum kalau hasilnya tidak maksimal ya :)


Kamu mungkin sudah tidak asing lagi mendengar Gunung Palung, Ya..gunung palung ini hanya berada di kalimantan barat dan saya untuk saat ini tidak akan mengulasnya karena sudah banyak disearch google silakan saja ya jika ingin melihat gambar-gambarnya di google terima kasih salam New BerryMor

Minggu, 12 Juni 2011

Tentang makam keramat Tujuh Ketapang (Kal-Bar)

Untuk wilayah Kalimantan Barat baik yang secara formal maupun tidak, dan yang tertangkap sejarah dengan masuk melalui Kabupaten Sambas, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Ketapang yang masuk dari negara Brunai,Semenanjung dan Jawa, sehingga nama-nama raja banyak mengadopsi nama raja Jawa diperkirakan
pada abad 15 Masehi.7 Kenyakinan yang kuat ditengah kehidupan masyarakat adalah nama besar kerajaan Tanjungpura menjadi salah satu ciri kerajaan Islam, jauh sebelumnya sudah pernah ada komunikasi antara masyarakat dikerajaan Tanjungpura dengan para pedagang dari Arab, bentuk-bentuk peningalan yang masih bayak terdapat di daerah Kabupaten Ketapang, baik yang bersifat tangible maupun intangible hal itu masih bisa dijumpai sampai saat ini. 

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Balar Arkeologi dari Banjarbaru Kalimantan Selatan bahwa peninggalan makam keramat tujuh maupun keramat sembilan diperkirakan pada abad ke-15 akan tetapi jauh sebelumnya sudah ada kehidupan Islam di daerah Benua Lama, karena juga ditemukan nisan di dalam dasar tanah berdiri kokoh dan relief yang bercorak Arab di wilayah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Kamis, 02 Juni 2011

Sejarah Putri Junjung Buih Ketapang Kalimantan Barat

Sebuah tradisi lisan yang menceritakan kehidupan leluhur kini masih dapat dijumpai ditengah-tengah masyarakat pendukungnya, tradisi berupa legenda rakyat daerah Kalimantan Barat salah satunya di Kabupaten Ketapang yang mempunyai luas wilayah 35.809 Km2 dan berpenduduk kurang lebih 452.554 orang masih banyak terdapat cerita rakyat seperti kerajaan Tanjungpura yang terkenal sejak dahulu kala sampai pada saat ini. Sebagaimana telah dikemukakan oleh Veeger dalam Teori Interaksionisme masyarakat bukanlah memakai konsep-konsep akan tetapi memakai dengan istilah “aksi” seperti kebutuhan-kebutuhan social seseorang perlu diteguhkan oleh proses interaksi, supaya bertahan. Orang bergantung satu sama lain. Hal ini menjadi sebuah proses interaksi saling membutuhkan merupakan perekat masyarakat.
Kebutuhan akan sebuah sejarah, tentunya perlu diangkat kembali dalam sebuah history sehingga dari cerita tersebut akan mengandung makna dan symbol pada masyarakat pendukungnya. Seperti yang akan kita angkat dalam cerita tradisi lisan yang berupa legenda rakyat. Awal kisah menceritakan dua orang bersaudara yang bernama Bujang Bengkung dan Dara Dondang. Kedua kaka beradik tersebut saling memberikan perhatian dan pada akhirnya melakukan hubungan layaknya seperti sepasang suami isteri. Hasil dari hubungan tersebut melahirkan keturunan dan mempunyai anak berjumlah tujuh orang, diantara anak salah satu anak mereka yang paling menonjol sifat dan kepribadian dengan wajah yang cantik ialah yang bernama Dayang Putung alias Junjung Buih.

Beberapa versi tentang cerita putri Junjung Buih, seperti Putung Kempat di daerah Sepauk yang dihayutkan ke dalam piring besar. Dayang Putung putri Junjung Buih yang dihayutkan dengan rakit pisang di daerah gunung Kujau. Putri Junjung Buih Ketapang dari hulu sungai Keriau terdampar disungai yang banyak tumbuh daun kumpai di sungai Pawan dan Junjung Buih Sepauk terdampar di Aji Melayu.
Kisah yang menarik ketika kedatangan rombongan Prabu Jaya dari kerajaan Majapahit. Prabu Jaya mempunyai tujuh bersaudara, enam saudaranya berniat jahat dengan Prabu jaya memberikan racun ke dalam makanan, akibat dari racun tersebut Prabu jaya menderita penyakit kulit gatal-gatal. Atas laporan saudara-saudaranya maka Prabu Jaya diasingkan keluar dari kerajaan berlayar mencari tempat yang baik bagi kehidupannya, sampailah ia pada suatu tempat yang kini bernama kuala Kandang Kerbau, disungai inilah kapal berlabuh. Kegemaran prabu Jaya salah satunya suka menjala, pada saat menjala, jalanya tersangkut, Prabu Jaya turun ke dalam sungai, seketika itu kulitnya dijilat oleh ikan paten, belang ulim. Sampai di atas darat ia menemukan sebuah gondam yang berisikan rambut panjang tersangkut di dalam jalanya. Dengan niat yang baik Prabu jaya mencari pemilik rambut panjang tersebut, dengan menyelusuri sungai yang bayak tumbuh daun kumpai. Sampailah ia pada suatu tempat kediaman Ranga Sentap, seketika itu ia melihat seorang wanita yang berada di dalam buih yang banyak, seorang wanita bisa berada di dalam gumpalan buih. Prabu Jaya melihat bahwa wanita itu juga mempunyai penyakit yang sama seperti dirinya, dipangilnya ikan paten dan ulin belang untuk menjilat penyakitnya, maka sembuhlah Dayang Putung dan berubah menjadi nama Junjung Buih.
Prabu Jaya mendatangi kediaman Ranga Sentap yang bernama Siak Bahulun raja Ulu Air untuk mempersunting Junjung Buih dengan beberapa syarat antara lain; Kalung emas, Perahu panjang tujuh depak laki-laki perempuan. Gamelan dan beberapa gong. Hasil dari perkawinannya melahirkan anak keturunan yang bernama ;
  • 1. Pangeran Prabu yang bergelar raja Baparung di daerah Sukadana
  • 2. Gusti Lekar diangkat dikerajaan Meliau
  • 3. Pangeran Mancar menjadi raja pada kerajaan Tayan
Dari cerita rakyat yang berkembang, bahwa keturunan Prabu Jaya dan Putri Junjung Buih tidak akan memakan ikan paten dan ikan ulin belang, karena ikat tersebutlah yang membantu kesembuhan penyakit nenek moyang mereka. (Dalam Ibrahim Baidjuri Sejarah singkat kerajaan Tanjungpura 2006)

Versi lain yang berkembang ditengah-tengah masyarakat juga dapat dijumpai dan menjadi kepercayaan masyarakat pendukungnya. Dalam sejarah nasional pada tahun 1275 raja kerajaan Singosari adalah Kerta Negara putra dari Wisnu Wardani ingin menyatukan nusantara di dalam satu Negara pada saat itu Kerta Negara menjalankan ekspedisi hampir seluruh nusantara. Sementara di Kalimantan ekspedisi dijalankan oleh Putra Jaya, dalam hikayat Melayu Putra Jaya setelah menjadi raja berganti nama Prabu Jaya kerajaan berdiri Th 1275 M dimana ekspedisi Pamalayu-nya Kerta Negara mulai dilakukan karena Singosari ditaklukan oleh Kediri, maka hubungan dengan kerajaan induknya terputus. Matan berdiri sendiri sebagai kerajaan merdeka. Kerajaan ini menguasai hampir seluruh Kalimantan, kecuali Kalimantan Utara (Brunai) dan Kutai. Ibukota kerajaan berada di Benua Lama.Dari cerita rakyat bahwa kerajaan ini diserang oleh kerajaan Majapahit pada jaman Gajah Mada, juga ada yang mengatakan bahwa diserang baiak laut dari Cina yang menguasai kerajaan Sriwijaya setelah Sriwijaya kalah dari Majapahit. (Dardi D.Haz dalam sejarah ringkas kerajaan Tanjungpura)
Menurut Ibrahim Baidjuri. Prabu Jaya mengungsi kedaerah yang sekarang menjadi desaTanjungpura dan semua harta kekayaan kerajaan disembunyikan kedaerah Dusun Segedong. Dari beberapa versi cerita yang berkembang ditengah masyarakat bahwa masyarakat masih menyakini legenda Putri Junjung Buih dengan Prabu Jaya adalah nenek moyang mereka dan melahirkan keturunan di kerajaan Tanjungpura. Hal ini masih dapat dijumpai sampai saat ini baik yang menyakut tradisi lisan rakyat maupun peninggalan yang masih ada.berupa kepercayaan masyarakat baik yang bersifat tangibel maupun intangibel yang berkaitan dengan legenda masyarakat yang masih melekat dan masih tetap dijalankan melalui upacara tradisi adat antara lain;

A. Intangibel
  1. Upacara bayar niat. Upacara ini dilakukan di tempat-tempat yang diangap keramat seperti keraton Mulia Kerta, makam keramat Tujuh, keramat Sembilan. Maksud dari upacara ini adalah untuk keselamatan bagi diri sendiri maupun keluarga dengan bernazar sebelumnya, jika niatnya terkabulkan maka ia dengan segera menunaikan niat tersebut
  2. Upacara Bekalu” adalah sebuah upacara yang dilakukan secara gotong royong pada saat memasang Belat (sejenis keramba besar yang terbuat dari bambu dan diayam menggunakan lembiding (akar paku pakis) berfungsi memperangkap ikan bukan menampung dan dipasang di laut)
  3. Upacara Nyapat Taon, adalah upacara untuk mengantar sesaji kelaut yang berupa hasil bumi dengan maksud mengucapkan terima kasih kepada penguasa dilaut.
  4. Upacara Bekasah, upacara ini dilakukan jika pada suatu daerah terjadi bencana, paceklik dan merasa terancam dengan memohon keselamatan.
  5. Upacara Bebuang penyakit, upacara ini dilakukan jika dari keluarga ada yang sakit dengan melalui media telur sebagai sebuah symbol di hayutkan ke dalam air
  6. Upacara Bebuang tali pusar, upacara dilakukan jika bayi sudah tanggal tali pusar, bisa disimpan di bawah rumah, di bawah musollah, di bawah pohon maupun di dalam air dengan menghayutkan memakai Upeh (pelepah pinang)
  7. Upacara Keselamatan Ikrar Damai, uoacara ini dimaksudkan adalah untuk keselamatan seluruh warga untuk menghindari pertikaian antar suku
  8. Upacara Tempat Sirih, upacara dilakukan jika terjadi selisih paham antara satu sama lainnya.

B. Tangibel
  1. Peninggalan koleksi kuno yang berusia ratusan tahun di keratin Mulia Kerta terdiri dari barang-barang dan kain-kain dari usia 40 Th sampai ratusan Tahun
  2. Makam keramat Tujuh 1363 atau 1437 M (abad 15)
  3. Makam keramat Sembilan 1354 atau 1432 M (abad 15)
  4. Makam Iranata (Benua Lama)
  5. Candi Kuno
  6. Keramik-keramik peninggalan dinasti Cina
Kepercayaan masyarakat masih tetap dilestarikan sampai pada saat ini tetap di laksanakan dan didukung oleh pemerintah daerah Kabupaten Ketapang, dalam rangka melestarikan dan tetap melaksanakan kegiatan upacara tersebut sebagai sebuah peninggalan budaya, juga berupaya mencari atau menyelusuri keberadaan kerajaan -kerajaan yang pernah jaya pada masanya. Khasanah budaya masyarakat Ketapang diharapkan akan mampu menghidupkan semangat masyarakat Ketapang untuk tampil di segala bidang, dan tetap menjunjung tinggi kebesaran nama Tanjungpura.

Berbagai legenda yang kini masih tetap berkembang dan masih terus diselusuri ialah keberadaan Tanjungpura sendiri dari berbagai versi ada yang mengatakan di mulai dari pelabuhan Kandang Kerbau, Matan, Sukadana, Benua lama. Daerah Benua lama yang kini menjadi pusat perhatian diperkirakan salah satu tempat peradaban Hindu kuno karena banyak ditemukan reruntuhan batu bata andesit, keramik, guci-guci dan nisan yang muncul dipermukaan laut pantai.

Tentunya perlu diselusuri keberadaan kerajaan Tanjungpura sehingga dapat menjadi sebuah khasana kekayaan bangsa dan dapat dilestarikan menjadi sebuah sejarah yang tidak hanya dikenal di daerah bahkan akan bisa dikenal dimanca Negara.

Bagaimana para pembaca ini hanya orang yang senang dengan informasi budaya saja yang betah bacanya karena menurut New BerryMor kalau textnya panjang pengunjung urung untuk membacanya ya kan hehehe,meski para pembaca melewati dengan Tag Kalimantan Barat New BerryMor tetap posting artikel tentang Kalimantan Barat karena New BerryMor dilahirkan di Kalimantan Barat,dan terima kasih juga para pembaca sudah meluangkan waktunya di New BerryMor salam New BerryMor

Selasa, 31 Mei 2011

Sistem pembagian harta waris tionghoa

Bagi masyarakat Tionghoa pembagian harta wariasan telah berlangsung sejak turun-temurun, jika orang tua telah usia lanjut atau jika sang Bapak mninggal terlebih dahulu, warisan sementara dipegang/ dikelola sang Ibu dan setelah Ibu meninggal warisan tersebut dibagi-bagikan kepada semua anak lelaki, yang perempuan biasanya tidak mendapat warisan, apalagi bagi perempuan yang sudah berumah tangga karena statusnya punya suami, terkecuali ada wasiat dari sang Bapak/Ibu sebelum meninggal itu sudah ditentukan berapa haknya dan jika punya anak angkat di keluarga Tionghoa berhak juga mendapat warisan. Jika warisan sedikit, biasanya dengan musyawarah, warisan tersebut diberikan kepada anak sibungsu.


Untuk para pengunjung dan pembaca yang setia,New BerryMor sangat berterima kasih sekali karena kamu telah meluangkan waktunya untuk membaca informasi yang bersangkutan dengan Kalimantan Barat dan tentunya juga tidak hanya Kalimantan Barat namun untuk artikel yang ada didalam blogger New BerryMor ini.

Artikel terkait :

Ini adalah pengujung dari artikel yang terkait yaitu artikel untuk Tionghoa selesai terima kasih salam New BerryMor

Nama Fam dan jaringan kekerabatan tionghoa

Ada beberapa nama Tionghoa. Orang Tionghoa bisa memberi nama yang diinginkan. Akan tetapi, orang tua biasanya memberi nama yang bedrmakna nasib baik atau tercapainya mimpi yang indah. Setiap nama sering memliki arti khusus. Misalnya Fu (keberuntungan), Cai (kekayaan) dan Gui (prestise) merupakan nama-nama yang menunjukkan keinginan untuk mendapatkan kekyaaan dan kemakmuran. Kuang (kesehatan), Shou (umur panjang), Jian (kesehatan dan kekuatan) dan Song (pinus) menyatakan keinginan atas hidup yang panjang dan sehat. Kata-kata yang menyatakan kekuatan dan kekuasaan sering digunakan untuk nama anak laki-laki untuk mencerminkan kejantanannya. Anak perempuan biasanya diberi nama yang lebih lembut untuk menyatakan kecantikan dan kelelembutan. Arti nama dengan dua huruf melebihi nama dengan satu huruf. Dalam bebrapa keluarga, huruf umum digunakan untuk masing-masing saudara kandung.Dimungkinkan juga menggunakan huruf umum untuk nama-nama dalam klan. Huruf umum klan ini sudah dibuat oleh leluhur keluarga.Huruf umum untuk 12 generasi atau lebih bisa disebutkan sekaligus. Dengan huruf umum klan, setiap anggota keluarga klan diberi nama sesuai dengan tingkatannya (dalam hal generasi) dalam klan.

Masyarakat Tionghoa membagi semua hal menjadi Yin dan Yang. Nama juga memeliki unsur yin dan yang. Dalam memberi nama, penting untuk menyeimbangkan yin dan yang. Jika satu huruf memliki jumlah guratan yang ganjil, berarti huruf ini digolongkan sebagai yang. Jika jumlahnya genap, berarti yin. Orang-orang kuno percaya bahwa semua hal di dunia ini terdiri dari lima unsur, yaitu Logam, Kayu,Air, Api dan Tanah. Lima unsur ini saling mendukung atau menghambat satu sama lain. Jika nama memiliki kualitas mendukung, berarti ada keseimbangan nasib baik. Sebaliknya, jika nama memiliki kualitas penghambat, nama itu dianggap tidak baik. Perkawinan bagaikan tonggak penting dalam kehidupan seseorang, perkawinan bangsa Tionghoa memiliki banyak adat istiadat dan perayaan yang rumit dan banyak diantaranya masih dipraktekkan hingga sekarang. Pada zaman dahulu, perkawinan diatur oleh orang tua dan direncanakan oleh mak comblang. Anak-anak tidak berhak berbicara. Persiapan perkawinan dimulai ketika sebuah keluarga mengirim sorang mak comblang ke keluarga lain dengan membawa lamaran perkawinan. Delapan Trigram kedua orang ini lalu dibandingkan untuk melihat apakah mereka sesuai. Keputusan akhir berada ditangan orang tua. Selain Dinasti Zhou, upacara perkawinan dilaksanakan pada waktu malam. Mempelai pria yang menggenakan pakaian hitam akan menjemput mempelai wanita ketika hari sudah gelap. Pengiring pengantin bahkan katanya juga berwarna hitam. Mereka yang berjalan di depan kereta akan membawa lilin untuk menerangi jalan.
Datangnya kehidupan baru sering dirayakan. Untuk hidup sampai usia tua pun patut dirayakan. Orang Tionghoa memiliki sejumlah perayaan untuk menandai tonggak penting dalam kehidupan seseorang sejak lahir sampai tua. Orang Tionghoia mempunyai pepatah : Dari tiga tindakan yang tidak berbakti, yang terburuk adalah kegagalan menghasilkan anak. Membesarkan anak merupakan tugas yang mempunyai beban moral tinggi. Memeliki banyak anak dan cucu adalah nasib baik. Dengan keinginan untuk mendapatkan keturunan, banyak kebiasaan yang melibatkan berdoa pada dewa untuk meminta anak semakin populer. Cara yang paling tepat adalah meminta berkat dari kelahiran. Misalnya, orang memuja Dewa Zhang Xian, Dewi Keturunan, Ibu Suri Bunga Emas, Dewi Kemurahan, Ibu Suri Kelhiran dan Dewi Gizi. Kebiasaan lain adalah makan telur perkawinan. Mas kawin bangsa Tionghoa sering berupa ember kecil yang dicat merah. Di dalam ember tersebut, ada lima butir telur rebus yang di cat merah dan sedikit daging manis. Ketika mas kawin disdampaikan ke rumah mempelai pria, kerabat wanita dari keluarga mempelai pria yang tidak punya anak setelah cukup lama menikah bisa meminta telur ini. Katanya, setelah memakannya, mereka akan hamil. Menariknya, beberapa tempat mempraktekkan kebiasaan makan buah melon untuk mendapatkan anak.
Biasanya buah melon merujuk pada labu kuning atau labu putih. Batangnya merambat dan daun labu kuning sangat lebat. Pada sendinya terdapat akar. Satu tanaman bisa menghasilkan banyak labu. Nan dalam mangua (labu kuning) dan nan (pria) adalah homofon. Dari berbagai tipe melon, labu putih mengandung paling banyak biji sehingga kadang-kadang dikenal sebagai keranjang 100 biji, biji menyatakan anak-anak. Menurut legenda, pasangan yang tidak punya anak harus membeli labu pada Hari Qingming. Mereka harus memasak seluruh labu dan makan di siang hari. Sambil duduk berhadapan, pasangan itu harus menghabiskan labu sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini, mereka akan punya anak kelak.

Perempuan Tionghoa menjalani satu bulan pengitan setelah melahirkan. Hal ini merupakan kebiasaan yang unik bagi warga Tionghoa. Kebiasaan ini telah dipraktekkan untuk waktu yang lama, sampai sekarang. Dalam satu bulan itu,seorang wanita harus merawat diri secara hati-hati, yaitu menjaga kehangatan, mengurangi udara di perut, dan minuman tonikum. Tonikum seperti sari ayam,ayam dimasak dalam minyak wijen, nasi ketan, bubur jail, telur rebus, sup bening ayam, wijin asin, biji walnut dan gula hitam sangat disarankan.Gunanya adalah untuk mengganti darah yang hilang selama melahirkan dan sekaligus memastikan bahwa ibu memiliki banyak asi untuk memberi makan bayi. Sebuah pepatah kuno mangatakan : Ikuti aturan pengitan dan bebaskan dirimu dari semua kekhawatiran hidup. Beberapa lama seorang wanita beristirahat selama masa pingitan adalah sangat penting karena bisa mempengaruhi kesehatan fisik di masa depan. Setiap orang memliki hari ulang tahun.
Dalam pemikiran bangsa Tionghoa tradisional, hanya orang berusia 60 tahun atau lebih yang berhak merayakan ulang tahunnya. Seseorang yang masih berusia di bawah 60 tahun tidak boleh merayakan ulang tahunnya secara besar-besaran karena dapat memperpendek umur! Mengapa demikian? Dalam pemikiran Bangsa Tionghoa, Batang Langit dan Cabang Bumi membuat lingkaran penuh dalam 60 tahun. Mereka yang bedrusia 60 tahun telah melengkapi lingkaran ini sehingga mereka bukan lagi orang biasa. Mereka menikmati penghoramatan kepada leluhur. Di ulang tahunnya, anak dan cucu akan memberikan ucapan selamat kepada mereka.

Angka 9 dan 10 sangat penting dalam perayaan ini. Angka terbaik adalah 9 karena menyatakan yang terbaik dan juga terdengar seperti kata untuk keabadian. Jika usia seseorang memiliki angka 9 atau merupakan kelipatan 9, mereka boleh merencanakan pesta besar yang dikenal sebagai perayaan 9. Angka 10 dianggap sebagai keseluruhan penuh dan usia dalam angka sepuluh dikenal sebagai ulang tahun keseluruhan penuh. Orang yang telah mencapai usia 80 dipandang sebagai Dewa Bintang. Perayaan ulang tahunnya akan diadakan dengan sangat meriah.

Bagi orang Tionghoa, kelahiran dan kematian merupakan sebuah peristiwa yang memerlukan pengumpulan banyak orang. Usia sebulan bayi dirayakan. Jika seseorang sudah tua, ulang tahunnya dirayakan, Jika ia mati, ada ritual rumit yang harus dipatuhi. Beberapa orang tua bahkan sudah mengatur penguburan mereka sebelumnya. Orang Tionghoa percaya bahwa ada jiwa dan tubuh. Jika meninggal, jiwanya akan naik ke langit sedangkan tubuhnya tetap di bumi. Meskipun tubuhnya mati, jiwanya tetap ada. Selain itu juga dipercaya bahwa jiwa tidak bisa dihancurkan. Orang hidup bisa berkomunikasi dan minta berkat padanya. Namun seseorang hanya bisa berdoa untuk memenuhi tujuan ini. Akhirnya plakat leluhur pun dibuat. Kebanyakan plakat dibuat dari kayu. Karenanya kadang-kadang disebut tuan kayu. Putra tertua atau cucu tertua berkewajiban mengurus plakat. Plakat leluhur tidak hanya mencerminkan pentingnya kesalehan anak dalam ajaran Confucius, tapi juga penghormatan bagi yang wafat.

Menurut Ketua Majelis Umat Khong Fu stu Kalimantan Barat yang menetap di Kabupaten Ketapang ada beberapa warga Tionghoa masih mempercayai adanya Fam dan jaringan kekerabatan diantaranya :
  • Shio Babi Fam : Tai Soi, Phak Fu, Eng Jui
  • Shio Anjing Fam : Phiang, Phu,Khi,Kon Jin, Fuk
  • ShioAyam Fam : Eng Kui, Tien Ken,Tiau hak, Soi Pho
  • Shio Kera Fam : Siu Miang, Tai Jim,Tai Jong, Cok Fuk
  • Shio Kambing Fam : Phak Fu, Eng Kui, Fa Kong, Hie Thian, Cok Fu
  • Shio Kuda Fam : Tai Yong, Cok Fu
  • Shio Ular Fam : Shoi Pho, Tien Keu, Tian Hak
  • Shio Naga Fam : Kim Fa, Tai Yong, Cok Fuk
  • Shio Kelinci Fam : Eng Kuyi, Phak Fu, Tien Keu, Tiau Hak,Soi Pow
  • Shio Harimau Fam : Phiang, Phu, Khi, Kon Jim,Fuk
  • Shio Sapi Fam : Tien Keu, Tian Hak, Soi Pho Phak Fu
  • Shio Tikus Fam : Tai Yo, Sen kiu

Artikel terkait :
Istilah Tionghoa
Sejarah kedatangan orang Tionghoa di Kalimantan Barat
Kebudayaan masyarakat Tionghoa di Ketapang
Klenteng Tionghoa
Upacara religi tionghoa
Simbol dalam sistem religi tionghoa
Kegiatan dan tradisi tionghoa
Shio-Shio ala tionghoa
Fengshui tionghoa
Sistem pengobatan tradisional tionghoa
Sistim kekerabatan masyarakat tionghoa
Informasi mengenal adat istiadat tionghoa
Adat pernikahan tionghoa
Adat kematian tionghoa

Adat kematian tionghoa

Kita sering melihat upacara kematian Suku Tionghoa di tempat-tempat / ruang duka di rumah-rumah sakit. Kelihatannya begitu ramai oleh aneka perhiasan rumah-rumahan dengan perlengkapannya dan upacara yang bising serta pakaian duka cita yang dipakai oleh anak, menantu dan cucu-cucunya. Tetapi sebagian besar dari kita bertanya-tanya dan belum tahu apa arti semua itu. Adat upacara kematian suku Tionghoa dilatar belakangi oleh kepercayaan mereka. Mereka mempercayai bahwa dalam relasi seseorang dengan Tuhan atau kekuatan-kekuatan lain yang mengatur kehidupan baik langsung maupun tidak langsung, berlaku hal-hal sebagai berikut :
  • Adanya reinkarnasi bagi semua manusia yang telah meninggal (cut sie)
  • Adanya hukum karma bagi semua perbuatan manusia, antara lain tidak mendapat keturunan (ko kut)
  • Leluhur yang telah meninggal (arwah leluhur) pada waktu-waktu tertentu dapat diminta datang untuk dijamu (Ce'ng be'ng )
  • Menghormati para leluhur dan orang pandai (tuapekong)
  • Kutukan para leluhur, melalui kuburan dan batu nisan yang dirusak (bompay )
  • Apa yang dilakukan semasa hidup ( di dunia ) juga akan dialami di alam akhirat. Kehidupan sesudah mati akan berlaku sama seperti kehidupan di dunia ini namun dalam kualitas yang lebih baik.
Upacara kematian terdiri atas empat (4) tahap yaitu :
1. Belum Masuk Peti.
- Semenjak terjadinya kematian, anak-cucu sudah harus membakar kertas perak (uang di akhirat ) merupakan lambang biaya perjalanan ke akhirat yang dilakukan sambil mendoakan yang meninggal.
- Mayat dimandikan dan dibersihkan, lalu diberi pakaian tujuh lapis. Lapisan pertama adalah pakaian putih sewaktu almarhum/almarhumah menikah. Selanjutnya pakaian yang lain sebanyak enam lapis.
- Sesudah dibaringkan; kedua mata, lubang hidung, mulut, telinga, diberi mutiara sebagai lambang penerangan untuk berjalan ke alam lain. Di sisi kiri dan kanan diisi dengan pakaian yang meninggal. Sepatu yang dipakai harus dari kain. Apabila yang meninggal pakai kacamata maka kedua kaca harus dipecah yang melambangkan bahwa dia telah berada di alam lain.

2. Upacara masuk peti dan penutupan peti
- Seluruh keluarga harus menggunakan pakaian tertentu. Anak laki-laki harus memakai pakaian dari blacu yang dibalik dan diberi karung goni. Kepala diikat dengan sehelai kain blacu yang diberi potongan goni. Demikian pula pakaian yang dipakai oleh anak perempuan namun ditambah dengan kekojong yang berbentuk kerucut untuk menutupi kepala. Cucu hanya memakai blacu, sedangkan keturunan ke empat memakai pakaian berwarna biru. Keturunan ke lima dan seterusnya memakai pakaian merah sebagai tanda sudah boleh lepas dari berkabung.
- Mayat harus diangkat oleh anak-anak lelaki almarhum. Sementara itu anak perempuan, cucu dan seterusnya harus terus menangis dan membakar kertas perak, di bawah peti mati. Mereka harus memperlihatkan rasa duka cita yang amat dalam sebagai tanda bakti (uhaouw). Bila kurang banyak (tidak ada) yang meratap, maka dapat menggaji seseorang untuk meratapi dengan bersuara, khususnya pada saat tiba waktunya untuk memanggil makan siang dan makan malam.
- Sesudah masuk peti, ada upacara penutupan peti yang dipimpin oleh hwee shio atau cayma. Bagi yang beragama Budha dipimpin oleh Biksu atau Biksuni, sedangkan penganut Konfusius melakukan upacara Liam keng. Upacara ini cukup lama, dilaksanakan di sekeliling peti mati dengan satu syarat bahwa air mata peserta pada upacara penutupan peti tidak boleh mengenai mayat. Dalam upacara ini juga dilakukan pemecahan sebuah kaca / cermin yang kemudian dimasukkan ke dalam peti mati. Menurut kepercayaan mereka, pada hari ke tujuh almarhum bangun dan akan melihat kaca sehingga menyadarkan dia bahwa dirinya sudah meninggal.
- Bagi anak cucu yang "berada" (kaya), mulai menyiapkan rumah-rumahan yang diisi dengan segala perabotan rumah tangga yang dipakai semasa hidup almarhum. Semuanya harus dibuat dari kertas. Bahkan diperbolehkan diisi secara berlebih-lebihan, termasuk adanya para pembantu rumah tangga. Semua perlengkapan ini dapat dibeli pada toko tertentu.
- Setiap tamu-tamu yang datang harus di sungkem (di soja) oleh anak-anaknya, khusus anak laki-laki.
- Di atas meja kecil yang terletak di depan peti mati, selalu disediakan makanan yang menjadi kesukaan semasa almarhum masih hidup.
- Upacara ini berlangsung berhari-hari. Paling cepat 3 atau 4 hari. Makin lama biasanya makin baik. Dilihat juga hari baik untuk pemakaman.
- Selama peti mati masih di dalam rumah, harus ada sepasang lampion putih yang selalu menyala di depan rumah. Hal ini menandakan bahwa ada orang yang meninggal di rumah tersebut.

3. Upacara pemakaman
- Menjelang peti akan diangkat, diadakan penghormatan terakhir. Dengan dipimpin oleh hwee shio atau cayma, kembali mereka melakukan upacara penghormatan.
- Sesudah menyembah (soja) dan berlutut (kui), mereka harus mengitari peti mati beberapa kali dengan jalan jongkok sambil terus menangis; mengikuti hwee shio yang mendoakan arwah almarhum.
- Untuk orang kaya, diadakan meja persembahan yang memanjang ± 2 sampai 5 meter. Di atas meja disediakan macam-macam jenis makanan dan buah-buahan. Pada bagian depan meja diletakkan kepala babi dan di depan meja berikutnya kepala kambing. Makanan yang harus ada pada setiap upacara kematian adalah "sam seng", yang terdiri dari lapisan daging dan minyak babi (Samcan), seekor ayam yang sudah dikuliti, darah babi, telur bebek. Semuanya direbus dan diletakkan dalam sebuah piring lonjong besar.
- Putra tertua memegang photo almarhum dan sebatang bambu yang diberi sepotong kertas putih yang bertuliskan huruf Cina, biasa disebut "Hoe". Ia harus berjalan dekat peti mati, diikuti oleh saudara-saudaranya yang lain. Begitu peti mati diangkat, sebuah semangka dibanting hingga pecah sebagai tanda bahwa kehidupan almarhum di dunia ini sudah selesai.
- Dalam perjalanan menuju tempat pemakaman, di setiap persimpangan, semua anak harus berlutut menghadap orang-orang yang mengantar jenasah. Demikian pula setelah selesai penguburan.
- Setibanya di pemakaman, kembali diadakan upacara penguburan. Memohon kepada dewa bumi ("toapekong" tanah) agar mau menerima jenasah dan arwah almarhum, sambil membakar uang akhirat.
Semua anak - cucu tidak diperkenankan meninggalkan kuburan sebelum semuanya selesai, berarti peti sudah ditutup dengan tanah dalam bentuk gundukan. Di atas gundukan diberi uang kertas perak yang ditindih dengan batu kecil. Masing-masing dari mereka harus mengambil sekepal / segenggam tanah kuburan dan menyimpannya di ujung kekojong.
- Setibanya dirumah, mereka harus membasuh muka dengan air kembang. Sekedar untuk melupakan wajah almahum.

4. Upacara Sesudah Pemakaman
1. Semenjak ada yang meninggal sampai saat tertentu, semua keluarga harus memakai pakaian dan tanda berkabung terbuat dari sepotong blacu yang dilikatkan di lengan atas kiri. Tidak boleh memakai pakaian berwarna ceria, seperti :merah, kuning ,coklat, orange.
2. Waktu perkabungan berlainan lamanya, tergantung siapa yang meninggal,
a. untuk kedua orangtua, terutama ayah dilakukan selama 2 tahun
b. untuk nenek dan kakek dilakukan selama 1 tahun
c. untuk saudara dilkukan selama 3 atau 6 bulan.
3. Di rumah disediakan meja pemujaan, rumah-rumahan dan tempat tidur almarhum. Setiap hari harus dilayani makannya seperti semasa almarhum masih hidup.
Upacara sesudah pemakaman biasanya terdiri dari 4 yaitu :
- Meniga hari ( 3 hari masa sesudah meniggal )
Sesudah 3 hari meninggal seluruh keluarga melakukan upacara penghormatan dan peringatan di tempat jenazah berada (pergi ke kuburan almarhum). Mereka membawa makanan, buah-buahan, dupa, lilin, uang akhirat. Dengan memakai pakaian berkabung/blacu mereka melakukan upacara penghormatan (soja dan kui). Tak lupa mereka juga menangis dan meratap sambil membakar uang akhirat. Pulang ke rumah, kembali mencuci muka dengn air kembang.
- Menujuh hari ( 7 hari sesudah meniggal )
Seperti halnya upacara meniga hari, seluruh keluarga melakukan upacara penghormatan dan peringatan di tempat jenasah berada (kembali ke kuburan). Mereka membawa rumah-rumahan, makanan dan buah-buahan serta uang akhirat. Lilin dan dupa (hio) dinyalakan. Seluruh rumah-rumahan dan sisa harta yang perlu dibakar, dibakar sambil melakukan upacara mengelilingi api pembakaran. Sudah selesai, tanah sekepal/segenggam diambil, diserahkan ke atasnya.
- 40 hari sesudah meniggal
Pada hari ke 40 ini kembali anak – cucu dan keluarga melakukan upacara penghormatan di tempat jenazah berada (kuburan). Semua baju duka dari blacu dan karung goni dibuka dan diganti baju biasa. Mereka masih dalm keadaan bekabung, namun telah rela melepaskan arwah si alrmahum ke alam akhirat. Sebagai tanda tetap berkabung, semua anak cucu memakai tanda di lengan kiri atas berupa sepotong kain blacu dan goni.
- Tiap-tiap tahun memperingati hari kematian
Satu tahun dan tahun-tahun berikutnya, akan selalu diperigati oleh anak cucunya dengan melakukan “soja dan kui” sebagai tanda berbakti dan menghormat. Peringatan tahunan ini berupa upacara persembahan. Bagi keluarga yang berbeda, di atas meja persembahan diletakkan berbagai makanan, buah-buahan, minuman, antara lain teh dan kopi, manisan minimum 3 macam, rokok, sirih, sekapur, sedangkan makanan yang paling utama adalah “samseng” 2 pasang, lilin merah sepasang dan hio. Senja hari sebelum upacara ini adalah meminta kepada dewa bumi (toapekong tanah) untuk membukakan jalan bagi para arwah yaitu dengan cara membakar uang akhirat (kerta perak dan kertas emas)

Artikel terkait :
Istilah Tionghoa
Sejarah kedatangan orang Tionghoa di Kalimantan Barat
Kebudayaan masyarakat Tionghoa di Ketapang
Klenteng Tionghoa
Upacara religi tionghoa
Simbol dalam sistem religi tionghoa
Kegiatan dan tradisi tionghoa
Shio-Shio ala tionghoa
Fengshui tionghoa
Sistem pengobatan tradisional tionghoa
Sistim kekerabatan masyarakat tionghoa
Informasi mengenal adat istiadat tionghoa
Adat pernikahan tionghoa

Adat pernikahan tionghoa

Upacara pernikahan merupakan adat perkawinan yang didasarkan atas dan bersumber kepada kekerabatan, keleluhuran dan kemanusiaan serta berfungsi melindungi keluarga. Upacara pernikahan tidaklah dilakukan secara seragam di semua tempat, tetapi terdapat berbagai variasi menurut tempat diadakannya; yaitu disesuaikan dengan pandangan mereka pada adat tersebut dan pengaruh adat lainnya pada masa lampau.
Umumnya orang-orang Tionghoa yang bermigrasi ke Indonesia membawa adat istiadat dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Salah satu adat yang seharusnya mereka taati adalah keluarga yang satu marga (shee ) dilarang menikah, karena mereka dianggap masih mempunyai hubungan suku. Misalnya : marga Lie dilarang menikah dengan marga Lie dari keluarga lain, sekalipun tidak saling kenal. Akan tetapi pernikahan dalam satu keluarga sangat diharapkan agar supaya harta tidak jatuh ke orang lain. Misalnya : pernikahan dengan anak bibi (tidak satu marga, tapi masih satu nenek moyang). Ada beberapa yang sekalipun telah memeluk agama lain, seperti Katolik namun masih menjalankan adat istiadat ini. Sehingga terdapat perbedaan di dalam melihat adat istiadat pernikahan yaitu terutama dipengaruhi oleh adat lain, adat setempat, agama, pengetahuan dan pengalaman mereka masing-masing.

I. Upacara-Upacara Yang Dilaksanakan Dalam Pernikahan
Pesta dan upacara pernikahan merupakan saat peralihan sepanjang kehidupan manusia yang sifatnya universal. Oleh karena itu, upacara perkawinan selalu ada pada hampir setiap kebudayaan. Demikian pula halnya dengan adat pernikahan orang Tionghoa yang mempunyai upacara-upacara antara lain :

Upacara menjelang pernikahan dan upacara ini terdiri atas 5 tahapan yaitu :
1. Melamar : yang memegang peranan penting pada acara ini adalah mak comblang. Mak comblang biasanya dari pihak pria.
2. Penentuan : bila keahlian mak comblang berhasil, maka diadakan penentuan bilamana antaran/mas kawin boleh dilaksanakan.
3. Sangjit / Antar Contoh Baju : pada hari yang sudah ditentukan, pihak pria/keluarga pria dengan mak comblang dan kerabat dekat mengantar seperangkat lengkap pakaian mempelai pria dan mas kawin. Mas kawin dapat memperlihatkan gengsi, kaya atau miskinnya keluarga calon mempelai pria. Semua harus dibungkus dengan kertas merah dan warna emas. Selain itu juga dilengkapi dengan uang susu (ang pauw) dan dua pasang lilin. Biasanya "ang pauw" diambil setengah dan sepasang lilin dikembalikan.
4. Tunangan : pada saat pertunangan ini, kedua keluarga saling memperkenalkan diri dengan panggilan masing-masing.
5. Penentuan Hari Baik, Bulan Baik : Suku Tionghoa percaya bahwa dalam setiap melaksanakan suatu upacara, harus dilihat hari dan bulannya. Apabila jam, hari dan bulan pernikahan kurang tepat akan dapat mencelakakan kelanggengan pernikahan mereka. Oleh karena itu harus dipilih jam, hari dan bulan yang baik. Biasanya semuanya serba muda yaitu jam sebelum matahari tegak lurus, hari tergantung perhitungan bulan Tionghoa, dan bulan yang baik adalah bulan naik / menjelang purnama.

II. Upacara pernikahan :
- 3 - 7 hari menjelang hari pernikahan diadakan "memajang" keluarga mempelai pria dan famili dekat, mereka berkunjung ke keluarga mempelai wanita. Mereka membawa beberapa perangkat untuk meng-hias kamar pengantin. Hamparan sprei harus dilakukan oleh keluarga pria yang masih lengkap (hidup) dan bahagia. Di atas tempat tidur diletakkan mas kawin. Ada upacara makan-makan. Calon mempelai pria dilarang menemui calon mempelai wanita sampai hari H.

- Malam dimana esok akan diadakan upacara pernikahan, ada upacara "Liauw Tiaa". Upacara ini biasanya dilakukan hanya untuk mengundang teman-teman calon kedua mempelai. Tetapi adakalanya diadakan pesta besar-besaran sampai jauh malam. Pesta ini diadakan di rumah mempelai wanita. Pada malam ini, calon mempelai boleh digoda sepuas-puasnya oleh teman-teman putrinya. Malam ini juga sering dipergunakan untuk kaum muda pria melihat-lihat calonnya (mencari pacar).

- Upacara Sembahyang Tuhan ("Cio Tao")
Di pagi hari pada upacara hari pernikahan, diadakan Cio Tao. Namun, adakalanya upacara Sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan.
Upacara Cio Tao ini terdiri dari :
  • Penghormatan kepada Tuhan
  • Penghormatan kepada Alam
  • Penghormatan kepada Leluhur
  • Penghormatan kepada Orang tua
  • Penghormatan kepada kedua mempelai.
Meja sembahyang berwarna merah 3 tingkat. Di bawahnya diberi 7 macam buah, a.l. Srikaya, lambang kekayaan. Di bawah meja harus ada jambangan berisi air, rumput berwarna hijau yang melambangkan alam nan makmur. Di belakang meja ada tampah dengan garis tengah ± 2 meter dan di atasnya ada tong kayu berisi sisir, timbangan, sumpit, dll. yang semuanya itu melambangkan kebaikan, kejujuran, panjang umur dan setia. Kedua mempelai memakai pakaian upacara kebesaran Cina yang disebut baju "Pao". Mereka menuangkan teh sebagai tanda penghormatan dan memberikan kepada yang dihormati, sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. Upacara ini sangat sakral dan memberikan arti secara simbolik.

- Ke Klenteng
Sesudah upacara di rumah, dilanjutkan ke Klenteng. Di sini upacara penghormatan kepada Tuhan Allah dan para leluhur.

- Penghormatan Orang tua dan Keluarga
Kembali ke rumah diadakan penghormatan kepada kedua orang tua, keluarga, kerabat dekat. Setiap penghormatan harus dibalas dengan "ang pauw" baik berupa uang maupun emas, permata. Penghormatan dapat lama, bersujud dan bangun. Dapat juga sebentar, dengan disambut oleh yang dihormati.

- Upacara Pesta Pernikahan
Selesai upacara penghormatan, pakaian kebesaran ditukar dengan pakaian "ala barat". Pesta pernikahan di hotel atau tempat lain. Usai pesta, ada upacara pengenalan mempelai pria ( Kiangsay ). Mengundang kiangsay untuk makan malam, karena saat itu mempelai pria masih belum boleh menginap di rumah mempelai wanita.

III. Upacara sesudah pernikahan
Tiga hari sesudah menikah diadakan upacara yang terdiri dari :
1. Cia Kiangsay
2. Cia Ce'em
Pada upacara menjamu mempelai pria ("Cia Kiangsay") intinya adalah memperkenalkan keluarga besar mempelai pria di rumah mempelai wanita. Mempelai pria sudah boleh tinggal bersama. Sedangkan "Cia Ce'em" di rumah mempelai pria, memperkenalkan seluruh keluarga besar mempelai wanita. Tujuh hari sesudah menikah diadakan upacara kunjungan ke rumah-rumah famili yang ada orang tuanya. Mempelai wanita memakai pakaian adat Cina yang lebih sederhana.

- Perubahan Yang Biasa Terjadi Pada Adat Upacara Pernikahan
1. Ada beberapa pengaruh dari adat lain atau setempat, seperti :
Mengusir setan atau mahkluk jahat dengan memakai beras kunyit yang ditabur menjelang mempelai pria memasuki rumah mempelai wanita. Demikian juga dengan pemakaian sekapur sirih, dan lain-lain.

2. Pengaruh agama, jelas terlihat perkembangannya :
Sekalipun upacara Sembahyang Tuhan / Cio Tao telah diadakan di rumah, tetapi untuk yang beragama Kristen tetap ke Gereja dan upacara di Gereja. Perubahan makin tampak jelas, upacara di Klenteng diganti dengan di gereja.

3. Pengaruh pengetahuan dan teknologi, dapat dilihat dari kepraktisan upacara. Dewasa ini orang-orang lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara yang berbelit-belit. Apalagi kehidupan di kota-kota besar yang telah dipengaruhi oleh teknologi canggih. Sebagai suatu pranata adat yang tumbuh dan mempengaruhi tingkah laku masyarakat yang terlibat di dalamnya, sasaran pelaksanaan adat pernikahan Tionghoa mengalami masa transisi. Hal ini ditandai dengan terpisahnya masyarakat dari adat pernikahan tersebut melalui pergeseran motif baik ke arah positif maupun negatif dan konflik dalam keluarga. Dewasa ini masyarakat Tionghoa lebih mementingkan kepraktisan ketimbang upacara adat. Hampir semua peraturan yang diadatkan telah dilanggar. Kebanyakan upacara pernikahan berdasarkan dari agama yang dianut.

Artikel terkait :
Istilah Tionghoa
Sejarah kedatangan orang Tionghoa di Kalimantan Barat
Kebudayaan masyarakat Tionghoa di Ketapang
Klenteng Tionghoa
Upacara religi tionghoa
Simbol dalam sistem religi tionghoa
Kegiatan dan tradisi tionghoa
Shio-Shio ala tionghoa
Fengshui tionghoa
Sistem pengobatan tradisional tionghoa
Sistim kekerabatan masyarakat tionghoa
Informasi mengenal adat istiadat tionghoa

Informasi mengenal adat Istiadat tionghoa

Selama berabad-abad, Cina merupakan suatu masyarakat yang berpusat pada keluarga. Menurut tradisi Cina ayah memiliki kekuasaan mutlak terhadap seluruh keluarga. Laki-laki meiliki status yang lebih tinggi disbanding wanita. Kakak laki-laki berkuasa atas adik-adiknya hingga mereka menjadi seorang kepala keluarga. Kelangsungan keluarga dipandang sebagai tugas terpenting oleh seluruh keluarga. Keterikatan terhadap keluarga termasuk saudara sepupu jauh , dipandang sebagai lebih wajib daripada keterkaitan terhadap Negara. Namun saat ini, khususnya di bawah rezim komunis pola-pola keluarga tradisional ini telah berubah secara drastis.
Masyarakat Tionghoa di Indonesia adalah masyarakat patrilinial yang terdiri atas marga / suku yang tidak terikat secara geometris dan teritorial, yang selanjutnya telah menjadi satu dengan suku-suku lain di Indonesia. Mereka kebanyakan masih membawa dan mempercayai adat leluhurnya. Tulisan ini membahas dua upacara adat yang cukup dominan dalam kehidupan yaitu tentang adat pernikahan dan adat kematian.

Artikel terkait :
Istilah Tionghoa
Sejarah kedatangan orang Tionghoa di Kalimantan Barat
Kebudayaan masyarakat Tionghoa di Ketapang
Klenteng Tionghoa
Upacara religi tionghoa
Simbol dalam sistem religi tionghoa
Kegiatan dan tradisi tionghoa
Shio-Shio ala tionghoa
Fengshui tionghoa
Sistem pengobatan tradisional tionghoa
Sistim kekerabatan masyarakat tionghoa

Minggu, 29 Mei 2011

Sistim kekerabatan masyarakat tionghoa

Diantaranya :
1.Cara Menghitung Garis Keturunan
Tata Panggilan Menurut Adat-Istiadat Tionghoa
Adat istiadat panggilan atau tradisi panggilan yang termasuk dalam kebudayaan Tionghoa merupakan suatu hal yang sangat indah dan sudah tua. Mengapa dikatakan demikian? Karena dengan mendengar panggilan seseorang dalam sebuah keluarga, maka dapat kita ketahui kedudukan orang tersebut dalam keluarga. Di dunia internasionalpun mengakui bahwa kebudayaan Tionghoa merupakan suatu kebudayaan yang kuno dan antik. Tata panggilan ini sekarang mulai sirna, karena generasi mudanya memilih hal-hal yang dianggap praktis dan modern misalnya mengikuti panggilan orang Belanda terhadap keluarga mereka yaitu Oom dan Tante. Namun masih untung ada juga yang ingin mengetahui apa arti panggilan tersebut. Secara garis besar dapat dikatakan sebagai berikut :

1. Orang Tionghoa sangat menghormati orang-orang yang lebih tua (leluhur)
2. Kekerabatan orang Tionghoa sangat erat dan saling mendukung
3. Setiap orang yang lebih tua untuk pria dipanggil "Coo", untuk wanita dipanggil "Poo", misalnya untuk panggilan kakek buyut Kongco, untuk panggilan nenek buyut Popo atau Apo
4. Untuk besan pria dipanggil Cengkeh, untuk besan wanita dipanggil  Ceem
5. Urutan-urutan panggilan yang paling besar yaitu taa, yang nomor dua  ji, yang nomor tiga  saa, dst
6. Saudara pihak ayah dipanggil "ncek", Saudara pihak ibu dipanggil "ie", misalnya  kakak ibu I : taie, kakak ibu II : jiie , kakak ibu III : saie
7. Kakak ipar laki-laki dipanggil   "cihu", kakak ipar perempuan dipanggil : "nso (taso, jiso, saso)"
8. Adik ipar laki-laki dipanggil  ntio , adik ipar perempuan dipanggil  ncim
9. Silsilahnya adalah sebagai berikut :
  • Kakek buyut (Kongco) Nenek buyut
  • (Papoo) Generasi I
  • Kakek (nkong) Nenek (apo/ama) Generasi II
  • Ayah (tia-tia/papa) Ibu (nene/mama) Generasi III
  • Anak I
  • (tacek) Istri
  • (tacim) Anak II
  • (jicek) Istri
  • (jicim) Anak III
  • (takoh) Suami
  • (tatio) Generasi IV
  • Anak I (tapek) Istri (taem) Generasi V
• Anak I pria dipanggil : tapek. 
- Istrinya dipanggil : taem. 
- Anak II pria dipanggil : jipek. 
- Istrinya dipanggil : jiem. 
- Anak III pria dipanggil : sapek. 
- Istrinya dipanggil : saem  dan seterusnya sesuai urutan dan nomor Tionghoa.

• Anak I wanita dipanggil : takoh.
- Suaminya dipanggil : ntio. 
- Anak II wanita dipanggil : jikoh. 
- Suaminya dipanggil : jitio. 
- Anak III wanita dipanggil : sakoh. 
- Suaminya dipanggil : satio dan seterusnya sesuai urutan dan nomor Tionghoa

• Antar ipar : Anak I pria dipanggil : tacek. 
- Istrinya dipanggil : tacim. 
- Anak II pria dipanggil : jicek.
- Isterinya dipanggil : jicim. 
- Anak III pria dipanggil: sacek.
- Isterinya dipanggil : sacim 

• Pada umumnya :
- Orang tua pria dapat dipanggil : ncek. 
- Orang tua wanita dipanggil : ncim. 
- Kalau masih muda pria dipanggil : ngkoh/akoh. 
- Kalau masih muda wanita dipanggil : ncie/acih. 
- Saudara ibu dipanggil: ie/aie.

Artikel terkait :

Sistem pengobatan tradisional tionghoa

  1. 1.Pengobatan tradisional Tionghoa
Obat tradisional Cina memliki sejarah panjang dan dikenal di seluruh dunia karena metode diagnosis dan perawatannya yang unik. Beberapa konsep dasar obat teradissional Cina sudaha menjadi bagian dari kebiasaan umum. Selama musim panas, minum teh herbal untuk mendinginkan, ketika cuaca berubah dingin, minum teh tonik, ketika merasa panas dan merah dimulut makan makanan yang dingin, tetapi ketika bibir dan kuku pucat ini pertanda anemia sehingga harus makan makanan yang dapat menggantikan darah. Obat tradisional Cina merupakan harta karun peradaban Tionghoa dan aspek unik dari ilmu pengetahuan dan teknologi Tionghoa memiliki sejarah ribuan tahun. Usaha tanpa kenal lelah dari nenek moyang telah membantunya berkembang menjadi cabang ilmu pengobatan yang unik. Meskipun berasal dari Cina, pengobatan tradisional Cina merupakan asset bagi umat manusia. Oleh karena itu untuk bisa bermanfaat bagi banyak orang pengobatan ini harus menyebar ke seluruh dunia.
Obat masuk ke Kalimantan Barat bersama para imigran Tionghoa sejak awal;. Akan tetapi, itu adanya situasi spontan. Dengan perkembangan obat Cina dan dorongan situasi pada awal abad XIX, minat dan keyakinan terhadap pengobatan tersebut semakin meningkat. Beberapa orang belakangan dikenal sebagai Shin Se. Gerai obat tradisional Tionghoa di Tsim Sha Tsui, Hong Kong.
Pengobatan tradisional Tionghoa (Hanzi) adalah praktek pengobatan tradisional yang dilakukan di Tiongkok dan telah berkembang selama beberapa ribu tahun. Praktek pengobatan termasuk pengobatan herbal, akupunktur, dan pijat Tui Na. Pengobatan ini digolongkan dalam kedokteran Timur, yang mana termasuk pengobatan tradisional Asia Timur lainnya seperti Kampo (Jepang) dan Korea. Pengobatan tradisional Tiongkok percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh ketidakharmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala ketidakseimbangan ini digunakan dalam pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit. Teori yang digunakan dalam pengobatan didasarkan pada beberapa acuan filsafat termasuk teori Yin-yang, lima unsur (Wu-xing), sistem meridian tubuh manusia (Jing-luo), teori organ Zang Fu, dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut. Pengobatan tradisional Tiongkok tidak jarang berselisih dengan kedokteran Barat, namun beberapa praktisi mengombinasikannya dengan prinsip kedokteran berdasarkan pembuktian. Sejarah obat tradisional Tionghoa Sebagian besar filosofi pengobatan tradisional Tiongkok berasal dari filsafat Taois dan mencerminkan kepercayaan purba Tiongkok yang menyatakan pengalaman pribadi seseorang memperlihatkan prinsip kausatif di lingkungan. Prinsip kausatif ini berhubungan dengan takdir dari surga. Selama masa kejayaan Kekaisaran Kuning pada 2696 sampai 2598 SM, dihasilkan karya yang terkenal yakni Neijing Suwen) atau Pertanyaan Dasar mengenai Pengobatan Penyakit Dalam, yang dikenal juga sebagai Huangdi Neijing.
Ketika masa dinasti Han, Chang Chung-Ching, seorang walikota Chang-sa, pada akhir abad ke-2 Masehi, menulis sebuah karya Risalat Demam Tifoid, yang mengandung referensi pada Neijing Suwen. Ini adalah referensi ke Neijing Suwen terlama yang pernah diketahui. Pada masa dinasti China, seorang tabib akupunktur,Huang-fu Mi (215-282 Masehi), juga mengutip karya Kaisar Kuning itu pada karyanya Chia I Ching. Wang Ping, pada masa dinasti Tang, mengatakan bahwaia memiliki kopi asli Neijing Suwen yang telah ia sunting. Bagaimanapun, pengobatan klasik Tionghoa berbeda dengan pengobatan tradisional Tionghoa. Pemerintah nasionalis, pada masanya, menolak dan mencabut perlindungan hukum pada pengobatan klasiknya karena mereka tidak menginginkan Tiongkok tertinggal dalam hal perkembangan ilmu pengetahuan yang ilmiah. Selama 30 tahun, pengobatan klasik dilarang di Tiongkok dan beberapa orang dituntut oleh pemerintah karena melakukan pengobatan klasik. Pada tahun 1960-an, Mao Zedong pada akhirnya memutuskan bahwa pemerintah tidak dapat melarang pengobatan klasik. Ia memerintahkan 10 dokter terbaik untuk menyelidiki pengobatan klasik serta membuat sebuah bentuk standar aplikasi dari pengibatan klasik tersebut. Standarisasi itu menghasilkan pengibatan tradisional Tionghoa. Kini, pengobatan tradisional Tionghoa diajarkan hampir di semua sekolah kedokteran di Tiongkok, sebagian besar Asia, dan Amerika Utara. Walauapun kedokteran dan kebudayaan Barat telah menyentuh Tiongkok, pengobatan tradisional belum dapat tergantikan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor sosiologis dan antropologis. Pengobatan tradisional dipercaya sangat efektif, dan terkadang dapat berfungsi sebagai obat paliatif ketik kedokteran Barat tidak mampu menangani lagi, seperti pengobatan rutin pada kasus flu dan alergi, serta menangani pencegahan keracunan. Tiongkok sangat dipengaruhi oleh marxisme. Pada sisi lain, dugaan supranatural bertentantangan pada kepercayaan Marxis, materialisme dialektikal. Tiongkok modern membawa pengobatan tradisional Tiongkok ke sisi ilmiah dan teknologi serta meninggalkan sisi kosmologisnya.

  1. 2. Akupukntur
Akupunktur (Bahasa Inggris: Acupuncture; Bahasa Latin: acus, "jarum" (k benda), dan pungere, "tusuk" (k kerja) atau dalam Bahasa Mandarin standard, zhen jiu ( arti harfiah: jarum - moxibustion) adalah teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam "titik akupunktur" tubuh. Menurut ajaran ilmu akupunktur, ini akan memulihkan kesehatan dan kebugaran, dan khususnya sangat baik untuk mengobati rasa sakit. Definisi serta karakterisasi titik-titik ini di-standardisasi-kan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) . Akupunktur berasal dari Cina dan pada umumnya dikaitkan dengan Obat-obatan Tradisional Cina. Bermacam-macam jenis akupunktur (Jepang, Korea, dan Cina klasik) dipraktekkan dan diajarkan di seluruh dunia.


Artikel terkait :
Istilah Tionghoa
Sejarah kedatangan orang Tionghoa di Kalimantan Barat
Kebudayaan masyarakat Tionghoa di Ketapang
Klenteng Tionghoa
Upacara religi tionghoa
Simbol dalam sistem religi tionghoa
Kegiatan dan tradisi tionghoa
Shio-Shio ala tionghoa
Fengshui tionghoa